Resume Management Kesiswaan

Nama : Ersa Amalia Putri
Kelas : IPA A
Nim: 207180027
Resume Artikel Management Kesiswaan

EFEKTIFITAS MANAJEMEN PESERTA DIDIK
 DI MASA PANDEMI COVID-19
Manajemen kesiswaan atau peserta didik
Manajemen peserta didik memiliki dua makna yang berbeda, yaitu manajemen dan peserta didik. Manajemen memiliki arti pengolahan atau pengaturan sebuah organisasi untuk mencapai sebuah tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan peserta didik adalah segala sesuatu yang menyangkut dengan siswa di sekolah. Dari dua makna yang berbeda maka dapat disimpulkan bahwa maksud dari manajemen peserta didi adalah segala pengaturan atau pengolahdan yang menyangkut dengan siswa dari mulai siswa tersebut masuk sampai siswa tersebut keluar.Manajemen peserta didik memiliki tujuan untuk menciptakan kondisi yang baik dan tertib di lingkungan sekolah sehingga menghasilkan tujuan pembelaja yang efektif dan juga efisien. Maka dari itu dengan adanya manajemen pendidikan maka segala kegiatan peserta didik akan tertata dengan rapi sehinggan tujuan sekolah dan pendidikan dapat tercapai dengan baik. 

Tahap-tahap manajemen peserta didik 
Ada beberapa tahapan yang ada dalam manajemen pendidikan, yaitu (1) Perencanaan manajemen pendidikan di mana di dalamnya terdapat proses masuknya peserta didik hingga peserta didik tersebut telah lulus bahkan sampai alumni. Perencanaan manajemen di dalamnya juga didata jumlah ruang kelas, apa saja yang dibutuhkan guru dan peserta didik, ukuran sekolah dan sarana dan prasarana sekolah. (2) Penerimaan peserta didik baru, menerima peserta didik harus memiliki serangkaian proses mulai dari administrasi sampai perankingan hasil test sehingga mendapat data peserta didik. Sebelum hal tersebut yang harus dilakukan adalah membentuk panitia penerimaan peserta didik baru, pembuatan pengumuman dan rapat panitia sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan (3) Seleksi dan kegiatan orienrtasi siswa, masa orientasi siswa baru dilaksanakan apabila sudah ada keputusan secara final mengenai peserta didik yang lolos seleksi. Orientasi ini untuk mengenalkan budaya di sekolah yang biasanya dipegang oleh anggota osis. (4) Pembagian ruang kelas dan kelompok belajar siswa, ketika telah dinyatakan diterima maka peserta didik akan diberikan angket yang di digunakan untuk penjurusan. Setelah mendapatkan data maka selanjutnya pembagian kelas yang diurutkan sesuai dengan rangking pejurusan yang dilakukan, dalam hal ini tidak berdasarkan pada siswa yang mendapat nilai tertinggi atau nilai terendah. (5) Pembinaan siswa baru, pembinaan siswa baru ini dilaksanakan melalui bimbingan konseling (6) Pembinaan dan pengembangan peserta didik (7) Pencatatan dan pelaporan (8) Kelulusan dan alumni. 

Keefektifan manajemen peserta didik di tengah pandemi Covid-19
Pembelajaran jarak jauh adalah pembelajaran di mana pendidik dan peserta didik tidak bertemu secara langsung. Proses belajar ini belum pernah terjadi sebelumnya apalagi dalam skala panjang. Karena hal ini efektifitas manajemen peserta didik tidak berjalan semestinya. Seperti dalam tahap pembinaan dan pengembangan peserta didik, dimana pembelajaran dilakukan seluruhnya melalui pembelajaran online sehingga emosional antara peserta didik dan pendidik tidak tercapai dengan baik. Kemudian tahap pencatatan dan pelaporan, dalam hal ini juga tidak berjalan dengan baik karena guru tidak dapat mengamati secara langsung bagaimana peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran. Kemudian tahap kelulusan dan alumni banyak peserta didik yang mengalami gangguan dalam belajar akhir mereka. Namun dalam hal ini mereka tetap lulus dalam kondisi pembelajaran seperti ini.

Manajemen Kesiswaan/Peserta Didik Berbasis Nilai Keagamaan sebagai Upaya Meningkatkan Kecerdasan Intelektual, Sosial, serta Emosional Siswa
Manajemen kesiswaan adalah suatu penataan atau pengaturan segala aspek aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik, mulai dari masuknya peserta didik, sampai keluarnya peserta didik tersebut dari suatu sekolah atau lembaga pendidikan. Manajemen kesiswaan sangat dibutuhkan di lembaga pendidikan karena peserta didik merupakan subjek sekaligus objek dalam proses transformasi ilmu dan ketrampilan. 
Ruang lingkup manajemen kesiswaan meliputi; perencanaan, penerimaan, pengelompokan, kehadiran, pembinaan, kenaikan dan penjurusan, kelulusan, kegiatan ekstrakurikuler, tata laksana, serta layanan kepada peserta didik. Jadi, manajemen kesiswaan ini mengatur segala hal yang berkaitan dengan peserta didik. 
Pendidikan adalah hal yang sangat substansial bagi manusia, dikarenakan pendidikan adalah proses membangun karakter dan identitas. Pendidikan agama merupakan usaha disengaja dan terkonsep dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengimplementasikan nilai agama yang dibarengi dengan tuntutan menjalankan ajaran agama serta toleransi antar umat agama lain sebagai wujud persatuan dan kesatuan. Di lingkup sekolah, pendidikan agama memiliki andil yang besar terhadap upaya peningkatan kecerdasan, baik intelektual ataupun social dan emosional peserta didik. 
Kesuksesan merupakan tujuan dari berbagai proses yang dilalui. Untuk mencapai taraf sukses tersebut, kecerdasan intelektual memiliki peran kira-kira 20% dan factor lain termasuk kecerdasan emosional memiliki peran kira-kira 80%. Masalah kritis yang sering terjadi pada peserta didik adalah kesulitan dalam mengolah emosi, misalnya sering cemas, stress, rendahnya motivasi, rendah diri, mudah berputus asa, sering berpikiran negative dan lain sebagainya.Pemahaman pada nilai keagamaan yang baik, diharapkan akan membuat peserta didik lebih mampu untuk memaknai kehidupannya, sehingga akan meminimalisir terjadinya masalah dalam hal psikologis. Nilai keagamaan juga mengandung unsur kecerdasan social yang berkaitan erat dengan hubungan antar manusia atau dalam Islam biasa disebut dengan hablumminannas. Peseerta didik akan lebih peka dan berempati terhadap sesamanya. Hubungan social juga akan terjalin dengan harmonis apabila dilandaskan atas dasar nilai keagamaan.

PERAN PENTING MANAJEMEN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN LULUSAN
YANG BERKUALITAS DAN BERPRESTASI AKADEMIK SERTA NON�AKADEMIK SEIMBANG
Manajemen melalui segi bahasa berasal dari kata kerja Bahasa Inggris yaitu to manage
yang memiliki makna mengelola.1 Sedangkan menurut istilah, manajemen sering
dihubungkan dengan istilah administrasi. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa istilah
administrasi memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan istilah manajemen.
Namun dalam pendapat lain dikatakan bahwa istilah manajemen sama dengan administrasi,
karena kegunaan dari kedua istilah tersebut sama yaitu untuk mengelola sesuatu agar sampai
kepada tujuan yang ingin dicapai. Sehingga manajemen dapat diartikan sebagai sebuah
kegiatan pengelolaan yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu melalui sebuah
kerjasama antar anggota dalam sebuah orgaanisasi maupun lembaga.
Manajemen kesiswaan/ peserta didik merupakan seluruh kegiatan pengelolaan
terhadap peserta didik di dalam sekolah yang telah direncanakan sebelumnya serta diusahakan
secara berkelanjutan untuk menggapai tujuan dari pendidikan sekolah. Tujuan utama dari
manajemen kesiswaan adalah untuk menciptakan kegiatan pembelajaran di sekolah menjadi efektif dan efisien yang diawali pada waktu PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) dan
diakhiri pada waktu kelulusan. Selain itu, manajemen kesiswaan/ peserta didik bertujuan
untuk menciptakan kedisiplinan terhadap peraturan sekolah serta meningkatkan prestasi siswa
dalam bidang akademik maupun non-akademik. 
Kegiatan pertama yang dilakukan dalam manajemen kesiswaan/ peserta didik adalah
kegiatan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam
proses PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) meliputi: Pembentukan panitia PPDB
(Penerimaan Peserta Didik Baru), Penentuan prasyarat PPDB (Penerimaan Peserta Didik
Baru), Persiapan soal-soal tes seleksi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) beserta tempat
seleksi, Pemberian pengumuman kepada calon peserta didik tentang pelaksaan tes seleksi
beserta ketentuan-ketentuannya, Pelaksanaan tes seleksi secara tertulis ataupun secara lisan,
Pengumuman hasil tes seleksi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru), Sinkronisasi peserta
didik yang telah diterima, dan Pelaporan serta pertanggungjawaban seluruh kegiatan PPDB
(Penerimaan Peserta Didik Baru) terhadap kepala sekolah. 
Kegiatan kedua yang dilakukan dalam manajemen kesiswaan/ peserta didik adalah
pengaturan proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengelolaan
terhadap bakat serta minat peserta didik baik pada kegiatan intrakurikuler maupun
ekstrakurikuler. Pada kegiatan manajemen kesiswaan ini, guru berperan untuk mengarahkan
siswa agar bakat dan minatnya dapat menghasilkan prestasi akademik maupun non-akademik.
Pembelajaraan yang bersifat intrakurikuler (pembelajaran di dalam kelas) disampaikan guru
secara edukatif dan telah disesuaikan dengan karakteristik materi, karakteristik peserta didik,
serta karakteristik gurutersebut sehingga dapat tercapai tujuan pembelajarannya serta
mewujudkan siswa yang berprestasi di bidang akademik. 
Kegitan terakhir yang dilakukan dalam manajemen kesiswaan merupakan kegiatan
pembimbingan dan pendisiplinan siswa di sekolah. Kegiatan ini ditujukan agar siswa dapat menjadi pribadi yang susila, agamis, dan sosialis, seperti pendapat dari Piet A. Sahertian. Jadi
kegiatan ini dilakukan untuk membimbing siswa agar bersikap dan bermoral yang baik,
tentunya guru harus memberikan teladan yang baik dengan selalu bersikap dan menunjukkan
sifat yang baik di sekolah maupun di luar sekolah. 

Postingan populer dari blog ini

Resume Kepemimpinan Pendidikan

Resume Artikel Hubungan Masyarakat

Resume Artikel Manajement Sarana Dan Prasarana Pendidikan