Resume Supervisi Pendidikan
Nama :Ersa Amalia Putri
Kelas : IPA A
Nim : 207180027
Resume Artikel Supervisi Pendiidkan.
TUGAS DAN PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN DARING SEBAGAI SUPERVISI PENDIDIKAN
Peran dan Tugas Guru
Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 39 Ayat 2 disebutkan bahwa: “Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatian, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi”.
Tugas guru meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan-keterampilan kepada peserta didik. Tugas utama guru antara lain adalah sebagai berikut:
Tugas guru sebagai pengajar (Intruksional).
Tugas guru sebagai pendidik (Edukator).
Tugas guru sebagai pemimpin (Managerial).
Pelaksanaan peran guru dalam perkembangan pendidikan dan pembelajaran yang memberikan perubahan pada peserta didik pada aspek pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotor). (Juhji,2016:61). Peran guru dalam perkembangan pendidikan meliputi:
Menanamkan nilai (value) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
Sebagai sentral pembelajaran.
Memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak.
Menjadi “panutan” bagi lingkungan yang perlu diikuti dan ditaati
Pengertian supervisi pendidikan
Supervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran.
Supervisi pendidikan adalah usaha atau tindakan yang dilakukan oleh pemimpin sekolah untuk memajukan sekolah berupa bantuan pembenahan kinerja guru dalam pendidikan dan pembelajaran agar dilakukan secara efektif dan efisien.
Tujuan supervisi Pendidikan
Supervisi pendidikan memiliki tujuan untuk mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik. Kompleksitas situasi belajar mengajar yang saat ini terjadi di sekolah mengakibatkan munculnya beberapa faktor yang dapat mempengaruhi stabilitas proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karena itu, supervisi pendidikan harus memiliki tujuan yang lebih jelas dan terarah.
PENGARUH SUPERVISI PENDIDIKAN TERHADAP KUALITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
Konsep supervisi pendidikan
Supervisi berasal dari dua kata yaitu “super” dan “vision”. Kata “super” mengandung makna peringkat atau posisi yang lebih tinggi, superior, atasan, lebih hebat atau lebih baik. Sedangkan kata “vision” berarti mengandung makna kemampuan untuk menyadari sesuatu tidak benar-benar terlihat. Supervisi adalah segala bantuan dari para pemimpin sekolah, yang tertuju kepada perkembangan kepemimpinan guru-guru dan personel sekolah lainnya di dalam mencapai tujuan-tujuan pendidikan.
supervisi pendidikan untuk bisa berjalan dengan lancar dan baik. Prinsipnya yaitu:
Prinsip Ilmiah. Memiliki ciri-ciri seperti pelaksanaan dilakukan secara sistematis terencana dan berdasarkan data objektif serta memerlukan alat perekam data.
Prinsip Demokratis. Servis dan bantuan yang diberikan kepada guru berdasarkan hubungan kemanusian yang akrab dan kehangatan sehingga guru-guru merasa aman untuk mengembangkan tugasnya.
Prinsip Kerjasama. memberi support mendorong, menstimulasi guru, sehingga mereka merasa tumbuh bersama.
Prinsip konstruktif dan kreatif. mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan
Fungsi utama supervisi pendidikan ditujukan pada perbaikan dengan meningkatkan situasi belajar mengajar. Dilihat dari fungsi utama supervisi adalah di tujukan pada perbaikan dan peningkatan kualitas, agar sasaran supervisi terlaksana dalam peningkatan kinerja secara efektif, maka kemampuan guru perlu ditingkatkan.
Hasil belajar peserta didik
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI Bandung (2009) menjelaskan bahwa suatu pengajaran sangat bergantung pada kemampuan mengajar guru, maka kegiatan supervisi menaruh Perhatian utama pada peningkatan kemampuan profesional guru, yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu proses belajar mengajar. Kemudian kualitas supervisi akan direfleksikan pada peningkatan hasil belajar siswa.Menurut Ngalim Purwanto, bahwa supervisi memiliki hubungan yang erat dengan kegiatan pembelajaran (instruksional), karena secara khusus bertujuan untuk meningkatkan kualiats hasil belajar peserta didik, akan tetapi tidak berhubungan langsung dengan peserta didik. Hal ini disebabkan kemandirian guru dalam meningkatkan kompetensinya dan belajar.