Resume Artikel Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan

Nama: ERSA AMALIA PUTRI
Kelas: IPA A
Nim: 207180027 
Resume artikel Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan


IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN SEBAGAI ALAT UNTUK MENUNJANG PROSES PENDIDIKAN YANG DINAMIS
Pendidikan adalah hal utama bagi sebuah negara, pendidikan yang berkualitas akan berdampak pada masyarakat yang berkualitas pula. Keberagaman manajemen di sekolah disebabkan oleh belum kuatnya komitmen dan kurang pahamnya pihak sekolah mengenai implementasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan yang belum dapat berjalan dengan baik.  Pengertian manajemen pendidik dan tenaga kependidikan
Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan masuk kedalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti. Tujuan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan secara umum adalah:
Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja yang cakap, dapat dipercaya, dan memiliki motivasi tinggi. 
Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh tenaga kependidikan. 
Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi Menciptakan iklim kerja yang harmonis.
Tugas pendidik dan tenaga kependidikan
Menurut Departemen Pendidikan Budaya (1983),berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 pasal 39: (1) Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan pendidikan. (2) Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.
Implementasi manajemen pendidik dan tenaga kependidikan sebagai alat untuk menunjang proses pendidikan yang dinamis
Perencanaan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan
Pengorganisasian pendidik dan tenaga kependidikan
Pembinaan dan pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
Pengembangan pada pendidik dan tenaga kependidikan sekolah bertujuan untuk meningkatkan kinerja pada pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang sudah baik agar bisa lebih baik lagi atau minimal tetap.
Pengawasan dan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Pemberhentian
Melengkapi buku kegiatan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan. 

MANAJEMEN SEBAGAI TINDAK LANJUT KETIDAKSEIMBANGAN ANTARA
KUANTITAS DAN KUALITAS TENAGA KEPENDIDIKAN
Pengertian Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Manajemen adalah suatu tata usaha yang direncakana dan dijalankan secara sistemik
untuk mendapatkan peforma terbaik. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan
tenaga kependidikan adalah semua elemen dalam pendidikan yang diangkat dan dijadikan
sebagai pemutar roda pendidikan. Sedangkan pendidik adalah bagaian dari tenaga
kependidikan yang bertugas sebagai guru/pendidik. Berdasarkan pengertian tersebut, maka
dapat ditarik benang merah bahwa manajemen pendidik dan tenaga kependidikan adalah suatu
tata usaha untuk mengatur elemen dalam pendidkan agar berjalan dengan peforma terbaik. 

Perencanan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan merupakan langkah awal
berupa penyusunan strategi yang dilakukan sedemikian rupa agar elemen pendidikan berjalan
sesuai dengan arah tujuan.3 Saat ini setidaknya ada dua metode dalam perencanaan yang sering
digunakan, yaitu metode tradisional dan metode terintegrasi. Metode tradisional berfokus pada 
penyesuaian berapa jumlah tenaga yang dimiliki dan dibutuhkan. Sedangkan metode
terintegrasi berfokus pada visi strategis yang akan dijadikan sebagai acuan dalam
merencanakan dan pengambilan keputusan serta menjawab tuntutan kebutuhan
Seleksi Sumber Daya Manusia dalam Pendidikan
Seleksi adalah suatu proses pengambilan keputusan dimana individu dipilih untuk
mengisi suatu jabatan yang didasarkan pada penilaian terhadap seberapa besar karakteristik
individu yang bersangkutan, sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh jabatan tersebut.5 Dalam
proses seleksi SDM perlu ditetapkan suatu dasar yang rasional dan seragam serta diterapkan
secara tegas sehingga yakin pelama, yakin bahwa kemampuan merupakan faktor kunci yang
menentukan diterima atau ditolaknya seorang calon. Sehingga semakin penting jabatan yang
dilamar dalam pendidikan, semakin berat atau rumit penyelidikan yang seharusnya dilakukan.
Sebelum menyelesaikan proses seleksi, pelamar dan organisasi harus membuat suatu perjanjian
berdasarkan batasan atau kerangka kerja.
Manajemen Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Sistem manajemen kinerja yang seperti apa yang akan digunakan tentunya akan sangat
tergantung pada kebutuhan dan tujuan masing-masing sekolah. Adapun langkah-langkah
manajemen kinerja adalah: 1) persiapan; 2) penyusunan rencana; 3) pengkomunikasian kinerja
yang berkesinambungan; 4) pengumpulan data, pengamatan dan dokumentasi; 5) mengevaluasi
kinerja; dan 6) pengukuran dan penilaian kinerja.7 Selama proses belajar berlangsung, apa yang
menjadi kekurangan dijadikan sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik, dan apa yang
menjadi prestasi untuk kemudian dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi lebih baik
pula. Sebab pada kenyataan yang terjadi, manusia pada umumnya lebih sulit menerima kritikan
yang sifatnya membangun
Pemberian Kompensasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tujuan pemberian kompensasi antara lain adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan
kerja, pengadaan efektifitas, motivasi, stabilitas serta disiplin karyawan.8 Dengan demikian,
setiap orang membutuhkan alasan tersendiri agar dapat termotivasi dan meningkatkan kualitas
dirinya untuk lembaga itu sendiri dan Negara pun telah memberikan motivasi tersendiri Bagi
tenaga pendidik dan kependidikan yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil pemerintah telah
mengatur pemberian kompensasi ini dengan pemberian gaji/pensiun/tunjangan bulan ketiga
belas kepada pegawai negeri, pejabat negara, dan penerima pensiun/tunjangan.

PROSES-PROSES MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Pengertian Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk kedalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti. Yang dapat dikategorikan sebagai tenaga kependidikan dalam satuan pendidikan tertentu adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, kepala tata usaha (administrasi), wakil kepala sekolah yang membidangi hal khusus, pustakawan, laboran, penjaga dan anggota kebersihan sekolah. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisispasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Pada dasarnya baik pendidik maupun tenaga kependidikan memiliki peran dan tugas yang sama yaitu melaksanakan berbagai aktivitas yang berujung pada terciptanya kemudahan dan keberhasilan siswa dalam belajar.
Manajamen merupakan seni yang harus dimainkan oleh seorang pimpinan organisasi atau kepala sekolah agar dapat mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efesien untuk mencapai hasil yang optimal. Sesuai dengan hal ini, maka seorang kepala sekolah harus dapat mencari, memposisikan, mengevaluasi, mengarahkan, memotivasi, dan mengembangkan bakat setiap guru dan pegawainya serta mampu menyelaraskan tujuan individu dan organisasi.
Proses-proses Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Proses-proses Manajemen Tenaga Pendidik dan Kependidikan adalah sebagai berikut : 
1. Perencanaan Pegawai
Hal ini dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan pegawai, baik itu secara kuantitas atau secara kualitas yang akan ditempatkan pada posisi-posisi yang dibutuhkan sekarang dan masa yang akan datang. 
2. Pengadaan Pegawai
Setelah melakukan recruitment dan banyak pelamar yang mendaftarkan diri mereka, kepala sekolah harus melakukan penyaringan atau seleksi calon-calon tenaga kependidikan melalui tes tertulis, lisan, dan praktek agar mendapatkan tenaga-tenaga kependidikan yang handal sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang dibutuhkan.
3. Pembinaan dan Pengembangan Pegawai
Kegiatan ini sangat perlu dilakukan bagi seoraepala sekolah apabila diperjalanan karir dan masa tugas para tenaga pendidik dan kependidikan tersebut mengalami kemunduran dan melemahnya kinerja mereka yang mengakibatkan pada buruknya kualitas kerja mereka. 
4. Promosi dan Mutasi
Seiring dengan berjalannya waktu maka seorang kepala sekolah harus sudah mengkantongi potensi dan kelemahan para pegawainya agar dapat melakukan penaikan pangkat, jabatan, atau statusnya bagi mereka yang memiliki kualitas terbaik dan kinerja yang memuaskan dan melakukan rotasi jabatan atau mutasi bagi mereka yang terkesan malas, tidak produktif, dan tidak mampu menjalani tugas dengan baik. 
5. Pemberhentian
Yang dimaksud dengan hal ini adalah pencopotan atau pelepasan seseorang dari tugas dan tanggung jawabnya yang diputuskan oleh pimpinan atau kepala sekolah karena hal dan sebab tertentu.
6. Penghargaan dan Kompensasi
Yang dimaksud dengan kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan mempunyai kecendrungan diberikannya secara tetap. Bentuk kompensasi tersebut dapat berupa gaji, tunjangan, dan fasilitas hidup



Postingan populer dari blog ini

Resume Kepemimpinan Pendidikan

Resume Artikel Hubungan Masyarakat

Resume Artikel Manajement Sarana Dan Prasarana Pendidikan