Resume Manajemen Kurikulum
Nama: Ersa Amalia Putri
Kelas: IPA A
Nim. : 207180027
RESUME ARTIKEL MANAJEMEN KURIKULUM
PENGEMBANGAN MANAJEMEN KURIKULUM GUNA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELJARAN
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta bahan yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Lima prinsip untuk menyusun Kurikulum adalah Produktivitas, Demokratis, Kooperatif, Efektivitas dan Efisiensi. Dan Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen harus dapat memperkuat dan mengrahkan visi, misi dan tujuan kurikulum. Pelaksanaan manajemen kurikulum yang baik maka akan terciptanya suatu sistem pembelajaran baik pula. Maka dari penyusunan manajemen kurikulum berdasarkan uraian diatas akan menghasilkan sebuah kualitas pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu ketercapaian hasil belajar peserta didik semakin tinggi, dan tingkat ketidak berhasillan hasil belajar semakin rendah. Karena sistem kurikulum yang disusun sesuai kebutuhan dan tujuannya
Pengembangan manajemen kurikulum berawal dari kesadaran tentang tantangan yang timbul untuk diselesaikan secara benar, karena kebutuhan yang perlu dipenuhi, dalam, hal ini, kebutuhan peserta didik fungsional dengan baik di masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan itu, adapun lima prinsip yang harus diperhatikan dalam menyusun manajemen kurikulum.
Produktivitas, adalah hasil yang didapatkan setelah adanya kegiata, maksud dari produktivitas adalah menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun manajemen kurikulum. Dan memastikan peserta didik untuk mencapai hasil pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Demokratis, dalam melaksakan manajemen harus berlandaskan demokratis.
Kooperatif, yakni pentingnya sifat kerja sama yang positif dari setiap pihak yang ikut terlibat dalam melaksanakan manajemen kurikulum.
Efektivitas dan Efisiensi.
Mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum, proses manajemen harus dapat memperkuat dan mengrahkan visi, misi dan tujuan kurikulum
Pemantauan kurikulum adalah pengumpulan informasi berdasarkan data yang tepat, akurat, dan lengkap tentang pelaksanaan kurikuloum dalam jangka waktu tertentu oleh pemantau ahli untuk mengatasi persoalan dalam kurikulum. Pelaksanaan kurikulum di dalam pendidikan harus dipantau untuk meningkatkan efektifitasnya. Pemantauan ini dilakukan supaya kurikulum tidak keluar dari jalur. Karena itu seorang yang ahli menyusun kurikulum harus memantau pelaksanaan kurikulum mulai dari perencanaan sampai dengan mengevaluasinya. Dalam tataran praktis, pemantauan kurikulum memuat beberapa aspek di antaranya adalah:
Peserta didik yaitu, dengan mengidentifikasi pada cara belajar, prestasi belajar, motivasi belajar, keaktifan, kreativitas, hambatan, dan kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik.
Tenaga pengajar yaitu, dengan memantau pada pelaksanaan tanggung jawab, kemampuan kepribadian, kemampuan kemasyarakatan, kemampuan profesional, dan loyalitas terhadap atasannya.
Media pengajaran yaitu, dengan melihat pada jenis media yang digunakan, cara penggunaan media, pengadaan media, pemeliharaan dan perawatan media.
Prosedur penilaian yaitu, instrumen yang dihadapi peserta didik, pelaksanaan penilaian, dan pelaporan hasil penilaian.
Jumlah lulusan kategori, jenjang, jenis kelamin, kelompok usia, dan kualitas kemampuan lulusan
MANAJEMEN KURIKULUM UNTUK MENCAPAI SISTEM KURIKULUM
YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Pengertian Manajemen Kurikulum
Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Sedangkan kurikulum adalah suatu sistem yang mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan erat dan menunjang satu sama lain. Kurikulum merupakan seperangkat perencanaan dan peraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dengan kata lain, kurikulum adalah pedoman dalam menjalankan proses pendidikan. Jadi, manajemen kurikulum adalah serangkaian proses yang diciptakan sedimikianrupa untuk mengelola komponen-komponen dalam suatu sistem pendidikan secara efektif dan efisien.
Ruang Lingkup, Prinsip dan Fungsi Manajemen Kurikulum
Ruang lingkup manajemen kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum. Pada tingkat satuan pendidikan kegiatan kurikulum lebih mengutamakan untuk merealisasikan dan merelevansikan antara kurikulum nasional (standar kompetensi/kompetensi dasar) dengan kebutuhan daerah dan kondisi sekolah yang bersangkutan, sehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum yang integritas dengan peserta didik maupun dengan lingkungan di mana sekolah itu berada. Terdapat lima prinsip yang harus diperhatikan dalam melaksanakan manajemen kurikulum, yaitu produktivitas, demokratisasi, kooperatif, efektivitas dan efisiensi, mampu mengarahkan visi, misi dan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum
Manajemen Perencanaan Kurikulum
Manajemen dalam perencanaan kurikulum adalah keahlian managing, yaitu kemampuan merencanakan dan mengorganisasikan kurikulum. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses perencanaan kurikulum adalah siapa yang bertanggung jawab dalam perencanaan kurikulum, dan bagaimana perencanaan kurikulum itu direncanakan secara profesional. Pada pendekatan yang bersifat administrative approach, kurikulum direncanakan oleh pihak atasan kemudian diturunkan kepada instansi-instansi bawahan sampai kepada guru-guru. Dalam kondisi ini guru-guru tidak dilibatkan. Semua ide, gagasan dan inisiatif berasal dari pihak atasan.
Manajemen Organisasi Kurikulum
Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka umum program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta dalam melakukan kegiatan belajar, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Organisasi kurikulum sangat terkait dengan pengaturan bahan pelajaran yang ada dalam kurikulum, sedangkan yang menjadi sumber bahan pelajaran dalam kurikulum adalah nilai budaya, nilai sosial, aspek peserta didik dan masyarakat, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Manajemen Pelaksanaan Kurikulum
Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi dua tingkatan yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas. Dalam tingkat sekolah yang berperan adalah kepala sekolah, dan pada tingkatan kelas yang berperan adalah guru.
Manajemen Evaluasi Kurikulum
Evaluasi merupakan bagian terakhir dari sistem manajemen kurikulum. Tanpa evaluasi, maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan serta hasilnya. Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dari pengumpulan, analisis dan interpretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu, Hopkins dan Antes mengemukakan evaluasi adalah pemeriksaan secara terus-menerus untuk mendapatkan informasi yang meliputi peserta didik, guru, program pendidikan, dan proses belajar mengajar untuk mengetahui tingkat perubahan peserta didik dan efektivitas program.
Managemen Kurikulum
Pengertian
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah
Kurikulum dalam arti sempit adalah jadwal pelajaran atau semua pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan kepada siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu. Sedangkan dalam arti luas kurikulum diartikan sebagai berikut. Sebenarnya terdapat tiga jenis organisasi kurikulum yaitu:
Kurikulum Terpisah (Sparated Subject Curriculum) di mana bahan pelajaran disajikan secara terpisah pisah seolah olah ada batas antara bidang studi dan antara bidang studi yang sama di kelas yang berbeda.
Kurikulum Berhubungan (Correlated Curriculum) yaitu kurikulum yang menunjukan adanya hubungan antara mata pelajarah yang satu dengan yan lain. Seperti IPS (gabungan dari mata pelajaran Sejarah Geografi, Ekonomi, Sosiologi ), IPA (gabungan dari Fisika, Biologi, Kimia).
Kurikulum terpadu (Integrated Curriculum) yaitu kurikulum yang meniadakan batas batas antara berbagai bidang dan didalam mata pelajaran tersebut terdapat keterpaduan mata pelajaran serta menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unik.
Tujuan manajemen kurikulum
Komponen tujuan berhubunagn dengan arah atau hasil yang ingin dicapai. Dalam skala makro, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan menggambarkan suatu yang dicita-citakan masyarakat. Misalkan filsafat atau sistem nilai yang dianut masyarakat Indonesia adalah Pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai oleh suatu kurikulum adalah membentuk masyarakat yang pancasilais. Dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan proses pembelajaran.
Prinsip Prinsip
Produktivitas
Hasil yang akan diperoleh dalam kegiatan kurikulum merupakan aspek yang harus dipertimbangkan dalam manajemen kurikilum.
Demokratisasi
Pelaksanaan manajemen kurikulum harus berasaskan pada demokrasi yang menempatkan pengelola, pelaksana, dan subjek didik pada posisi yang seharusnya dalam melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab untuk mencapai tujuan kurikulum.
Kooperatif
Untuk memperoleh hasil yang diharapkan dalam kegiatan manajemen kurikulum perlu adanya kerjasama yang positif dari berbagai pihak yang terlibat.
Efektifititas dan efisiensi
Rangkaian kegiatan manajemen kurikulum harus mempertimbangkan efektifititas dan efisiensi untuk mencapai tujuan kurikulum, sehingga kegiatan manajemen kurikulum tersebut memberikan hasil yang berguna dengan biaya, tenaga, dan waktu yang relative singkat.