Resume Management berbasis sekolah/madrasah
Nama : Ersa Amalia Putri
Kela : IPA A
Nim : 207180027
Resume artikel Management berbasis sekolah atau madrasah
MANAGEMENT PEMBELAJARAN DARING BERBASIS SEKOLAH MADRASAH
MBS/M adalah konsep dasar manajemen sekolah sebagai penentu kebijakan dalam merencanakan, melaksanakan, mengontrol, mengevaluasi, dan mengorganisasi semua bentuk dan jenis kegiatan sekolah yang efektif, efisien, dan dinamis dalam konteks eksistensinya yang bersifat otonom (model pengelolaan yang memberikan wewenang lebih besar kepada kepala sekolah hingga sekolah dan masyarakat terlibat aktif dalam penyelenggaraan pendidikan).
Keberhasilan seorang guru dalam melakukan pembelajaran daring, yaitu pada kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan menyampaikan materi.
Management Pembelajaran Daring
Penggunaan teknologi tidak akan menggantikan peran guru yang hebat. Di tangan guru yang hebat, penggunaan teknologi bisa membantu kita untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. System pembelajaran daring (dalam jaringan) merupakan system pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan siswa tetapi dilakukan dengan media online yang menggunakan jaringan internet. Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah.
System pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau leptop yang terhubung dengan jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama diwaktu yang sama menggunakan grup di media social, seperti whatsApp, telegram, ataupun aplikasi zoom sebagai media pembelajaran. Dengan begitu guru dapat memastikan siswa mengikuti pelajaran walaupun berbeda tempat. Adapun keberhasilan seorang guru dalam melakukan pembelajaran daring, yaitu pada kemampuan guru dalam berinovasi merancang, dan menyampaikan materi, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode tersebut. Kreativitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya agar tetap semangat dalam belajar secara daring (online) dan tidak merasa menjadi beban. Kesuksesan pembelajaran daring tergantung pada kedisiplinan semua pihak. Maka dari itu pihak sekolah atau madrasah perlu membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur system pembelajaran daring, yaitu dengan membuat jadwa yang sistematis, terstruktur dan simple untuk memudahkan komunikasi orang tua dengan sekolah.
Dalam pengembangan pengembangan pebelajaran daring kepala sekolah memerlukan siklus strategi process design. Dengan stategi process design kepala sekolah mampu mengevaluasi perkembangan pelaksanaan kegiatan pembelajaran daring setiap hari, berkali-kali, dan terus-menerus. Kepala sekolah bertugas mengelola pembelajaran daring, momonitor, dan mengevaluasi perkembangan setiap saat. Adapun manajemen kegiatan pengembangan pembelajaran daring dan luring terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan.
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN
Manajemen berbasis sekolah adalah suatu paradigma baru pada dunia pendidikan yang memberikan otonomi di tingkat sekolah sehingga sekolah bisa leluasa mengelola sumber daya yang ada dan disesuaikan dengan situasi serta kondisi yang ada di sekolah.
Manajemen berbasis sekolah ini bersifat desentralisasi yang mana sekolah memiliki kewenangan yang lebih dalam aspek pengelolaannya, serta masyarakat yang memiliki partisipasi aktif dalam penyelenggaraan sistem pendidikan di tingkat sekolah. Dengan keleluasaan dan tetap berpegang teguh pada karakteristik dan prinsip dari manajemen berbasis sekolah, maka manajemen berbasis sekolah ini dapat dijadikan perantara untuk terciptanya pendidikan dengan kualitas mutu yang tinggi.
MENGENAL MANEJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH BAGI SEKOLAH
Lembaga pendidikan merupakan tonggak pendidikan di Indonesia sehingga baik dan buruknya mutu pendidikan akan ditanggung oleh lembaga pendidikan khususnya sekolah. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan manejemen berbasis sekolah (MBS) sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. Manejemen berbasis sekolah (MBS) adalah bentuk otonom manejemen pendidikan pada satuan pendidikan, dalam hal ini kepala sekolah dan guru dibantu oleh komite sekolah dalam mengelola pendidikan. Manejemen berbasis sekolah
Prinsip-prinsip manejemen berbasis sekolah (MBS)
Menurut Nurkholis terdapat empat prinsip dalam mengelola sekolah dengan manejemen berbasis sekolah MBS yaitu prinsip equifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip mandiri dan Prinsip inisiatif manusia.
Prinsip Equifinalitas
Prinsip ini didasari pada teori manajemen modern yang beransumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai tujuan. Manejemen sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisinya.
Prinsip Desentralisasi
Desentralisasi merupakan gejala revormasi manejemen sekolah. Prinsip ini didasari bahwa pengelolaan sekolah dan pembelajaran pasti ada hambatan sehingga pendidikan memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaanya.
Prinsip Mandiri
Setiap sekolah memiliki permasalahan sendiri maka sekolah tersebut akan menyelesaikan dengan caranya sendiri. Hal ini terjadi karena sekolah sudah mendapatkan wewenang untuk menyelesaikan pemasalahannya dari birokrasi diatas sekolah.
Prinsip Inisiatif Manusia
Manejemen sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan sesuai warga sekolah dan mengembangkan pontensi yang dimiliki. Sehingga kualitas peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari aspek sumber daya manusia. Prinsip ini mengakui bahwa manusia itu sumber daya yang dinamis bukan statis.
Manfaat Manejemen berbasis Sekolah sebagai beikut:
Sekolah sebagai lembaga yang mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk dirinya, sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada.
Sekolah mengetahui kebutuhan input yang akan dikembangkan dan didayagunakan pada proses pendidikan.
Sekolah bertanggungjawab penuh kepada pemerintah, orang tua, siswa dan masyarakat tentang pelaksanaan dan tercapainya mutu pendidikan yang sudah direncanakan.
Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah lain untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui upaya-upaya inovasi dengan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah.